Covid 19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Nama Covid 19 nama resmi yang diberikan dan diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seperti yang kita tahu, virus corona tercetus pertama kalinya di kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019.
Pandemi covid 19 berdampak besar pada seluruh sendi kehidupan manusia. Bukan saja pada perekonomian. Pandemi covid 19 juga berdampak pada dunia pendidikan. Pembelajaran tatap muka diubah menjadi pembelajaran jarak jauh berbasis IT. BDR (belajar dari rumah) menjadi istilah yang populer saat ini bagi kegiatan pembelajaran jarak jauh.
Bukan hal mudah untuk sebagian besar guru melakukan pembelajaran berbasis IT. Banyak dari mereka yang menjadikan hal tersebut sebagai beban. Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang menjadikan situasi ini sebagai motivasi untuk menjadi guru yang berdaya, menjadi guru yang mampu melawan ketidakmampuan.
Fenomena yang sangat jarang terlihat di masa sebelum pandemi covid 19, yaitu pembelajaran jarak jauh melalui kegiatan-kegiatan webinar. Bak jamur di musim penghujan. Setiap hari guru dibanjiri informasi penyelenggaraan webinar. Sertifikat menjadi salah satu pemantik motivasi mengikuti kegiatan webinar, selain karena minat pada tema yang sesuai dengan kebutuhan guru di era pandemi covid 19 dan normal baru. Ada yang hanya mengikuti tren, bangga karena telah memiliki dua tiga lembar e-sertifikat. Ada pula yang haus ilmu, hingga mendapat puluhan bahkan ratusan e-sertifikat. Sungguh fenomena yang luar biasa.
Tidak kalah hebohnya, dunia youtube pun diramaikan oleh youtuber-youtuber pendatang baru. Banyak guru kreatif dan inovatif yang mendadak menjadi youtuber. Mereka menampilkan berbagai konten, mulai dari materi pembelajaran hingga tutorial menggunakan berbagai aplikasi untuk keperluan BDR.
Bila kita renungkan, kesulitan selalu membawa keburukan. Positif dan negatifnya bersamaan menyambangi kehidupan manusia. Bergantung pada mindset kita. Ya, mindset kita, apakah kitd akan terus terus menerus menggenggam kesedihan, ataukah akan move on, bangkit dari kesedihan menuju perilaku survive (bertahan) dalam situasi pandemi covid 19.
Kreatif dan inovatif merupakan pola pikir yang akan menumbuhkan keberdayaan menemukan solusi, peluang emas terbuka. Seperti yang bisa kita lihat di situasi pandemi covid 19, orang yang terampil menjahit kebanjiran membuat masker. Bentuk, model, bahan maskerpun semakin hari kian beragam. Selain itu, di satu sisi toloko-toko offline ditutup, di sisi lain toko-toko online tumbuh subur meramaikan jagad maya.
Dalam kitab-Nya, QS
Al-Insyirah ayat 5-6, Allah SWT telah berfirman:
فان مع العسر يسرا ان مع العسر يسرا
"Karena sesudah kesulitan itu ada, sebenarnya setelah kesulitan itu ada."
Dua ayat tersebut sungguh luar biasa memberikan dukungan bagi jiwa yang sedang terpuruk, bagi pikiran melemah karena beban batin yang luar biasa. Dalam ayat tersebut Allah yang maha kasih akan memberikan kenikmatan, fasilitas, kelapangan bagi yang mampu bermetamorfosis menjadi manusia berdaya dalam situasi sulit. Kreatif dan inovatif mencari solusi. Bukan terjemahan diri dengan mencari sejuta alasan untuk pembenaran "rasa malas". Jika kita ragu, maka ketentuanlah ayat tersebut, Allah yang maha kasih tak pernah tepat. Dua kali Allah SWT hal itu. "Sungguh Allah tak akan pernah menyalahi janji-Nya." Demikian Allah sampaikan di akhir ayat 9 dari surat Ali Imran.
Jika Allah Ta'ala telah berkecukupan, kelapangan bersamaan dengan situasi sulit ini, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk bertahan dalam keluh kesah. Manusia yang berdaya adalah manusia yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi kesulitan.
Umat Muslim patut ingat bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan, sulit-susah, sedih-senang, indikator atas kualitas diri, siapa yang paling baik amalnya. Demikianlah Allah Ta'ala berfirman dalam QS Al Mulk (67): 2 yang artinya: "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara amu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun."
Untuk itu, dalam situasi sulit ini, marilah kita tetap bersyukur atas hal-hal positif yang bermunculan mengiringi situasi sulit ini, sekaligus bermunajat memohon ampunan pada Allah Azza wa Jall atas perbuatan dan perkataan yang keliru dalam menyikapi situasi sulit ini.
Wallahu a'lam bish shawab.
Cijati Asri, 11/08/2020 16.58
Alhamdulillah, sukses buat Dindaku,
ReplyDeleteIn sya Allah seueur Hikmah tina Covid 19, salah sawiosna kanggo Guru tiasa langkung ngulik dina meyiapkn pembelajaran yang paling cocok dan mudah dijangkau oleh para murid tercinta. Merumuskan bagaimana caranya supaya pembelajaran bisa sampai baik via daring ataupun luring. Guru dituntut untuk semaksimal mungkin mengupayakan pembelajaran agar semua murid bisa belajar meski dalam kondisi yang memprihatinkan. Semangat buat para Guru dan Murid, Salam Edukasi!!
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHaturnhun tetehque... Yup, sepakat teh, kita berupaya memberikan yang terbaik buat siswa-siswi kita, anak-anak bangsa, pemimpin masa depan
ReplyDeleteMantap...
ReplyDeleteTrimakasih...
DeleteSemoga apa yang terjadi pada saat ini bisa membawa hikmah bagi kita semua terutama bagi guru yang belum melek IT lebih termotivasi sehingga menjadi guru cerdas...
ReplyDeleteAamiin yaa robbal 'alamiin.
Aamiiin...
ReplyDelete