Puisi 1: Pandemi Covid, Gemas Tuhan pada Kita

Pandemi Covid, Gemas Tuhan pada Kita

Karya: Ita Octavia


Dia pengasih tak tertandingi

Dia maha pengasih

Pada siapa saja yang berbakti

Pada siapa saja yang tak mengerti

Tetap kasih-Nya ditebar tiada henti


Dua tiga bahagia Diaa beri

Satu dua mensyukuri

Selebihnya mengingkari


Dua tiga duka Dia uji

Sebagian kembali pada jalan Ilahi

Sebagian lain tak tahan, lalu bunuh diri


Aturan-aturan Dia tetapkan

Agar manusia bahagia

Agar bumi menjadi hamparan kedamaian

Agar bumi menjadi rumah yang nyaman


Sebagian enggan dan mengingkari

Berbuat sesuka hati

Tak peduli 

Tak terkendali


Sebagian bertahan pada jalan Ilahi

Ridha Ilahi yang memagari

Langkah menjadi terkendali

Tercapai ketenangan hati


Namun,

Terlalu banyak yang mengingkari

Terlalu banyak yang tak peduli

Ajaran ilahi diikat nafsu yang merasuki

Kepuasan diri menjadi kunci


Pandemi kian menjadi-jadi

Nyawa melayang tak kunjung mengubah hati

Pandemi kian menjadi

Manusia tak jua kembali pada tata aturan ilahi


Mari kembali pada Ridla Ilahi

Menjaga kesucian raga dan hati

Menjaga jarak fisik di kebeningan hati

Masker digunakan, bukan saja agar virus mampu dihindari

Tapi juga menghalau nafsu menguasai bibir


Nafsu bibir menghancurkan nurani

Nafsu bibir meruntuhkan kedamaian negri

Nafsu bibir diumbar, akhlak kocar-kacir


Mari kita kembali

Pada ridla Ilahi

Mari kembalikan kedamaian negeri

Dengan menggapai ridla Ilahi

Agar pandemi lekas berakhir

Mari kita amini


Tarogong Kidul, 19 September 2020

Comments