Malaikatku
Pandemi memporak-porandakan negri
Bukan hanya orang dewasa merasa ngeri
Pun kami,
Anak-anak negeri terdampak, perih
Kami dipaksa tangguh
Belajar dengan cara baru
Agar kami tetap mendapat ilmu
Dari para guru berjiwa tangguh
Pandemi memporak-porandakan tanpa batas
Bahkan merenggut impianku
Karna aku tak miliki ponsel cerdas
Untuk aku menimba ilmu
Aku tak belajar online
Guruku tahu itu
Tapi..
Guruku tak tahu
Aku tak mampu
Untuk sesuap nasi pun kami kesulitan
Apalagi untuk sebuah ponsel cerdas
Yang harganya tak bersahabat
Aku tinggal kelas
Begitu kabar yang aku terima dari TU
Bukan dari wali kelasku
Aku tersentak
Ibuku tergugu
Hati ayahku hancur
Merasa diri tak mampu bahagiakan anaknya
Aku tinggal kelas
Hanya karena tak mampu membeli ponsel cerdas
Bukan karena aku tak mau belajar
Tapi, di mata guruku sama saja
Aku tinggal kelas
Berita sampai pada guru berhati malaikat
Ia berani berdebat
Melawan ketidakadilan
Berjam-jam ia berdebat
Ketidakadilan ia runtuhkan
Sungguh, ia guru yang hebat
Ibu guru,
engkau malaikatku
Penyelamat mimpi-mimpiku
Kan kusematkan untaian doa-doa indah di setiap sujudku
Sebagai balas budi atas kemuliaan hatimu
Sebagai rasa terimakasihku atas perjuanganmu meruntuhkan tembok ketidakadilan
Untukku dan untuk anak-anak negeri yang tak mampu
Garut, 19 September 2020
#Kisah nyata di sebuah sekolah di Jawa Barat
Comments
Post a Comment